Cerita Saat Bapakku Sakit

OrtuAku merasa lama sekali tidak menyentuh blogku dan tidak menambah tulisan baru. Hampir sebulan ini aku sibuk luar biasa karena bapakku sakit Hernia jadi mesti bolak balik Tangsel – Yogyakarta. Belum lagi anakku libur hampir 3 minggu jadilah kesibukan beralih ke dia. Ada nuansa bahagia karena dibalik kesibukan ini aku bisa bolak balik ke Yogya meski dengan kondisi yang kurang menyenangkan (orangtua sakit).

Pada awal Desember 2015 hari Sabtu, aku pulang ke Yogya untuk mengurus operasi Bapak. Awalnya mami mengontak kami, bahwa jika tidak ada halangan bapak akan segera dioperasi. Karena menggunakan BPJS, dokter bedah belum berani eksekusi sebelum ada ACC dari Dokter Jantung. Nah, dokter Jantung baru praktek Senin minggu depannya. Setelah Senin mendapat ACC dokter Jantung, hari Rabu bertemu Dokter Bedah, untuk mendapatkan jadwal operasi. Inilah gambaran berobat dengan BPJS, teman-teman. Kita sebagai pasien dan keluarganya yang mesti aktif menjalankan semua proses administrasinya. Bolak-balik ke rumah sakit untuk bertemu dengan dokter yang berhubungan. Pagi ambil nomor antrian di bagian pendaftaran, sekitar 2 jam kemudian dipanggil oleh bagian pendaftaran untuk selanjutnya mendapat nomor baru untuk antri di poliklinik. Sekitar 1-2 jam kemudian barulah bertemu dengan dokternya. Misalnya mulai start antri jam 10 pagi maka sekitar jam 2 siang proses baru selesai dan pasien boleh pulang 🙂

Sebagai gambaran untuk penyakit hernia, prosesnya tidak bisa sekali ke dokter terus selesai. Kita diwajibkan bolak-balik ke rumah sakit. Namun mesti tetep semangat karena satu, kita sudah membayar premi BPJS setiap bulan. Kedua, sebagai pasien kita mau sembuh jadi harus berpikir positif. Ketiga, ini terpenting yaitu biaya berobat menjadi gratis. Jadilah kunjunganku saat itu ke Yogya harus berakhir dengan balik ke Tangsel karena jadwal operasi belum mendapatkan kejelasan. Suami belum mengajukan cuti tambahan demikian juga dengan adikku ketiga. Apalagi anakku yang masih TK mau pentas Natal dan menerima rapor. Semua menjadi serba penuh kepasrahan karena kesibukan menanti di Tangsel.

Setelah melewati proses setrikaan tadi, Hari Jumat menjadijadwal operasi bapakku. Untungnya adikku yang kedua bisa mengambil cuti untuk menemani bapak dan mami di Yogya. Jadilah kami membagi tugas. Selesai menerima rapor pada hari Sabtu pagi, kami langsung cap cus pulang ke Yogya. Apa daya karena berangkat dari Tangsel sudah siang kami bertemu kemacetan di jalan dan baru sampai Yogyakarta pada hari Minggu subuh jam 3 dini hari. Kami langsung tepar dan beristirahat dulu di rumah sebelum ke rumah sakit. Barulah siangnya kami semua ke rumah sakit.

Setelah melewati semua proses panjang, bapak berangsur membaik dan diperbolehkan pulang ke rumah, rasa lega mendarat juga. Tuhan sungguh memberikan mujizat, melalui beberapa proses rumit dan jlimet dengan BPJS, aku dibantu dua sahabatku SMP, Luci dan Pipit melalui masing-masing keahlian mereka. Benar-benar berkat Tuhan Jesus. Terima kasih Lucia Andri Endah P. dan Fitria Wijayanti. Secara tidak langsung proses ini berjalan lancar berkat kalian. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s