
Semua orang memiliki pathwaynya sendiri.
Jalur kehidupan disesuaikan dengan tugasnya di dunia ini. Tidak mudah karena ada proses pembentukan yang dijalani. Kekuatan rohani dari dalam sungguh berarti di masa sekarang. Perkembangan teknologi mengempur jiwa, raga dan pikiran kita.
Khususnya media sosial membuat setiap orang mudah untuk iri dengan gambar orang lain.
Padahal itu hanya sebuah gambar. Aku percaya di balik sebuah gambar ada sebuah perjuangan yang dijalani. Ada rahasia tersimpan yang hanya pemilik gambar yang tahu kebenarannya.
Pertanyaanku adalah bagaimana cara mengurangi sifat menghakimi dan iri pada gambar orang lain?
Jawabannya adalah selalu bersyukur atas anugerah Tuhan. Apapun dalam setiap detik kehidupan. Bisa bernafas, berjalan, menatap indahnya tanaman di jalan, tidak kehujanan karena sudah membawa payung, makan bergizi, bisa membeli sayur di pasar, tidak terlambat mengantar anak ke sekolah, memberikan senyuman dan mengucapkan terima kasih.
Belum terlambat, pembaca. Mulailah dari sekarang.
Seperti tanaman yang rajin diberi air dan dipupuk, dia akan memiliki akar dan batang yang kuat sehingga tidak mudah jatuh ketika angin kencang menerjang. Kita tetap tegar, kokoh dan fokus pada purpose of life (Tujuan hidup kita yang diberikan Tuhan).
Temukan purpose of life pembaca. Sehingga pembaca tidak kehilangan arah. Masing-masing manusia sudah memiliki tugas dan peranan sendiri dalam kehidupan ini. Jalanilah dengan penuh rasa syukur.

Leave a comment