Belajar Sabar

Aku ingin membentuk anakku sebagai anak yang sabar. Bukan yang tercepat namun yang sabar dan baik hatinya. Hanya dengan kebaikan hati maka dia bisa membantu dunia. Membantu orang lain saling tolong menolong dan tidak menjadi egois. Aku sendiri harus belajar menahan emosiku karena terkadang aku mudah sekali menjadi marah karena aku tidak sabar menunggu anakku. Seperti kemarin dia ngomong banyak sekali dan aku sabar mendengarkan omongannya hingga …. Dia menumpahkan segelas susunya sehingga membuatku harus mengepel lantai dan membersihkan meja makan untuk kedua kalinya di pagi ini. Hal yang sangat melelahkan mengingat badanku sedang tidak bersahabat.

Juga dalam management waktu, aku ingin mengajak anakku belajar bahwa tidak tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu merupakan salah satu management waktu yang baik. Selama ini aku teriak-teriak supaya tidak terlambat sekolah dan mengebut dengan motorku. Kini aku sadar lebih baik aku bangun lebih pagi dan mempersiapkan semua dengan baik pada malam hari, sehingga tidak tergesa gesa di pagi hari. Tarik nafas dalam-dalam dan sering berdiskusi dengan anak untuk mengetahui apa yang sebenarnya dia inginkan dan nyaman dalam hidupnya. Aku masih harus terus belajar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s