Ketenangan Grasmere di Lake District

Nun dibalik gunung, dusun terkurung sunyi

Sukma merenung dengar senandung serunai

Sayup dendang menghimbau gita irama desaku

Insan hidup rukun memupuk cinta alam di desa

Nun dibalik gunung dengar senandung serunai

(Lagu karya Mochtar Embut)

DSC_0459

Saat aku duduk di bangku Sekolah Dasar, salah satu temanku menyanyi lagu itu berulang-ulang setiap pelajaran kesenian tiba. Aku suka mendengar syairnya. Tentang sebuah desa yang damai, tenang dan sunyi. Konon Mochtar Embut terinspirasi membuat lagu ini dari sebuah desa di kaki Gunung Slamet. Pe er sendiri buatku untuk pergi kesana. Penasaran seperti apa desa itu.

DSC_0517Perjalananku ke Lake District National Park di bulan Maret 2015 memberikan gambaran jauh berbeda dengan alam Indonesia. Musim dingin masih menyisakan sepi dan rapuh. Sangat berbeda dengan foto danau dan gunung yang biasa aku potret di Indonesia yang sangat didominasi oleh warna biru yang cerah dan hijau dinamis. Foto kami kali ini didominasi oleh warna abu-abu. Lake District ini merupakan salah satu dari 14 Taman Nasional yang terletak di Cumbria Hills dan dilindungi oleh pemerintah Inggris. Aku sempat menaiki kapal untuk mengelilingi Danau Windermere, salah satu danau terbesar di kawasan Lake District.

Pernahkah terpikir untuk membuka jendela kamar dan mendapati suara burung menyapa di pagi hari? Air danau berwarna abu-abu seolah merayu saat angin mengajaknya bermain? Awan mendung meskipun terlihat suram namun memberikan kedamaian hati untuk tidak mudah marah pada keadaan. Kapal lalu lalang berusaha menggali keindahan danau seakan selalu tersenyum dan menyapa selamat pagi. Salju membeku yang angkuh bertengger di puncak gunung terlihat dari kejauhan. Semua itu bisa kita nikmati seandainya memiliki rumah di tepian Danau Windermere.

DSC_0537Aku malah jadi teringat dengan para vampire dan penyihir. Bagaimana mereka tidak betah tinggal disini, udara begitu dingin dan hampir tidak terlihat sinar matahari. Vampir tidak akan terbakar, sedangkan para penyihir bisa menyempurnakan resep resep mereka. Wuiiisss…. Sebelum ngelantur lebih jauh, kalau mau keliling danau, ada penyewawan kapal untuk mengitari danau cantik ini, konon berdasarkan pengumunan yang mereka tempelkan, mereka berlayar 364 hari setahun. Ini berarti mereka hanya libur 1 hari saja. Sayang aku belum sempat bertanya hari apa mereka libur.

DSC_0609

Salah satu desa di kawasan Lake District yang cukup terkenal adalah desa Grasmere. Desa ini cocok dengan ungkapan lagu tersebut. Untuk bisa kesana, bis yang aku tumpangi mesti meliuk-meliuk mengikuti jalanan mengitari pegunungan. Naik turun bukit lenggok kanan kiri. Puji Tuhan aku sudah sembuh dari derita mabuk darat. Kenapa kubilang derita? Karena saat aku kecil membayangkan kotak bis (bentuk bis) sudah membuatku mau muntah (hehehe…maaf pastikan saat kamu baca jangan sambil makan ya? J Terus saat mau masuk bis, aku tutup hidungku rapat-rapat dan bernafas melalui mulut, sampai bis itu jalan kemudian aku membuka jendela bis dan menghirup puas-puas angin jendela. Derita ini agak berkurang seiring dengan pertambahan usia. Dan benar-benar hilang saat merantau di Jakarta. Aku harus naik turun bis dan angkot tanpa ada pilihan lain. Ga percaya? Cek saja sama adikku, Andy dan Thomas 🙂

DSC_0650

Jadilah aku bisa menikmati pemandangan yang terhampar di hadapanku dari jendela bis, tanpa perlu membuka kaca tentunya J Bunga-bunga bakung (terjemahan google translate dari Daffodils) terbentang kuning mendominasi mataku. Mereka tumbuh liar di mana-mana. Saat Daffodils mulai bermekaran, orang Inggris yakin musim semi akan segera tiba. Beberapa rumah menata bunga liar ini sebagai hiasan rumahnya. Cantik dan menawan. Rumah mereka yang kebanyakan berukuran kecil menjadi menawan dengan aksen bunga ini di depannya. Ada salah satu tempat makan yang aku lewati, namanya Potted Out. Dia menyusun bunga daffodils ini menggunakan rak bersusun tiga persis di depan pintu masuknya. Dinding rumah makan itu tersusun dari batu-batu yang dengan ukuran yang beraneka ragam. Besar kecil tipis tebal namun entah mengapa tetap rapi terlihat di mata.IMG_7659

Ada salah satu tempat wisata yang menarik di Grasmere, yaitu kompleks gereja Santo Oswald (St Oswald’s church). Di area ini terdapat makam atau kuburan William Wordsworth, istrinya Mary,  dan adiknya Dorothy Wordsworth. William Wordsworth (1770 -1850) adalah salah satu penyair Inggris yang terkenal. Didekat makam mereka, dulu ada sekolah kecil The Village School. Mereka sempat mengajar di sekolah ini sampai awal abad 19. Mereka percaya pendidikan adalah cara untuk melarikan diri dari kemiskinan dan kebodohan. Sayangnya sekolah tersebut sudah berubah wujud menjadi toko roti jahe Sarah Nelson’s Gingersnaps shop. Sekolah itu tetap ada hanya lokasinya saja berubah. Konon, saat berada di kawasan Lake District ini, William menuliskan sebuah puisi yang cantik! Berikut puisinya.

I wander’d lonely as a cloud
That floats on high o’er vales and hills,
When all at once I saw a crowd,
A host of golden daffodils,
Beside the lake, beneath the trees
Fluttering and dancing in the breeze.

Continuous as the stars that shine
And twinkle on the milky way,
They stretch’d in never-ending line
Along the margin of a bay:
Ten thousand saw I at a glance
Tossing their heads in sprightly dance.

 The waves beside them danced, but they
Out-did the sparkling waves in glee: –
A poet could not but be gay
In such a jocund company!
I gazed – and gazed – but little thought
What wealth the show to me had brought.

For oft, when on my couch I lie
In vacant or in pensive mood,
They flash upon that inward eye
Which is the bliss of solitude;
And then my heart with pleasure fills
And dances with the daffodils.

DSC_0640

Bait kedua sengaja aku tebalin karena aku suka melihat bintang. Jangan tanyakan artinya ke aku ya, hehehe.. takut salah terjemahin. Sebaiknya cek aja sama Mbah google, dia dengan senang hati akan bantu terjemahin ke Bahasa Indonesia. Cheers 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s