Naik Kereta Commuter Line Juanda – Jurang Mangu

Pengalaman menarik aku dapatkan lagi kemarin sore. Setelah mengantar bapak ke stasiun Gambir, aku memutuskan pulang ke rumah naik commuter line. Alasannya satu, irit biaya! Total biaya yang aku keluarkan cuman Rp. 7,000 (tujuh ribu rupiah). Caranya sebagai berikut.

Setelah keluar dari stasiun Gambir pukul 17.15, cari lokasi bis TransJakarta yang haltenya di depan Pertamina (Jalan Medan Merdeka Timur). Tepatnya keluar stasiun trus jalan ke arah kiri. Aku menunggu sekitar 10 sampai 15 menit bis Transjakarta akan datang. Bayar Rp. 3,500. Jangan lupa kalau berencana naik bis Transjakarta dan kereta Commuter Line, pastikan sudah membawa e-money atau flash atau kartu sejenisnya. Karena sistem pembayaran alat transportasi ini sudah dengan kartu.

Setelah naik bis Transjakarta turun di halte Juanda (setelah melewati halte Masjid Istiqlal). Turun dari halte Juanda, ikuti jalan dengan menyeberang jembatan menuju ke arah stasiun. Mudah karena halte Juanda dan stasiun Juanda berada dalam satu kawasan, jadi kamu dijamin tidak akan kebingungan. Oh iya perlu aku infokan rute ini pengalaman pertamaku, jadi jangan takut mencoba ya. Aku teruskan, setelah sampai stasiun Juanda, jalan lurus ke Pintu Utara. Saat aku kesana, pintu Selatan diperuntukkan bagi yang keluar stasiun. Saran saja, pastikan menggunakan sepatu nyaman alias tidak berhak. Lebih enak lagi jika memakai sepatu sport dan sejenisnya.

Setelah masuk ke dalam stasiun, perhatikan rute menuju Manggarai. Naik commuter jurusan Manggarai. Stasiun yang dilewati adalah stasiun Gambir (tidak berhenti), Gondangdia, dan Cikini. Turun di stasiun Manggarai, pastikan kita sudah siap di depan pintu turun dan pegang erat tas bawaan kalian karena desakan orang-orang yang mau naik kereta ini, akan membuat kita susah turun. Inilah pengalamanku. Karena baru pertama melalui rute Juanda – Manggarai, aku ga siap. Aku sempat masuk lagi ke kereta karena terdorong orang-orang yang mau masuk. Kemudian aku teriak saja, “Aku mau keluar, tolong beri jalan!” ga ada yang mendengar alias aku dicuekin :(. Akhirnya aku mendorong badanku sekuat tenaga untuk keluar dari kereta dan akibatnya sepatuku terlepas. Begitu turun, kereta jalan. Aku diam, mikir sepatuku dimana ya? Payah juga nih kalau pulang dengan satu sepatu. Setelah kereta berlalu aku lihat di bawah rel dan.. Voila!! Sepatuku jatuh disana. Waduh… mana berani aku turun ke bawah. Aku lihat ada bapak kebersihan di seberang rel, aku teriak minta tolong bapak tersebut mengambilkan sepatuku. Puji Tuhan berhasil dan bapak itu juga bisa naik kembali.

Aku teruskan perjalananku pindah ke jalur arah Tanah Abang. Kalau tidak salah jalur 5. Tiba-tiba ada informasi lewat pengeras suara bahwa kereta menuju Tanah Abang akan masuk di jalur 7. Jadilah aku pindah ke jalur 7. Pastikan kita konsentrasi saat berada di stasiun karena jalur kereta menuju tujuan kita bisa jadi dipindah seperti pengalamanku kali ini.

Setelah merasakan pengalaman tidak menyenangkan di stasiun manggarai, aku lega dan bersyukur kereta menuju Tanah Abang relatif kosong sehingga aku mendapat tempat duduk. Namun kelegaan itu hanya sementara, begitu sampai di stasiun Sudirman, langsung masuk rombongan orang sehingga kereta yang tadi terasa lowong langsung penuh. Stasiun yang dilewati pada rute Manggarai – Tanah Abang adalah stasiun Sudirman, Karet, dan Tanah Abang.

Sebelum sampai di stasiun Tanah Abang, aku langsung berdiri dan bersiap. Belajar dari pengalaman di stasiun Manggarai, aku susah keluar, maka aku sudah bersiap dengan kekuatan penuh untuk keluar dari kereta. Eeeehhhh…. Begitu sampai stasiun Tanah Abang, kok tumben aku tidak didorong masuk oleh orang-orang ini ya? aku bisa keluar dengan lega tanpa harus susah payah alias untel-untelan. Kali ini Stasiun Tanah Abang bersahabat denganku. Padahal biasanya… hahahaha kalau kalian ada yang sering naik commuter ke Stasiun Tanah Abang pasti familiar dengan suasananya. Dorong…dorong…mundur dong…masih bisa masuk nih. Sama-sama bayar 2000…. Itulah suara yang pernah aku dengar saat di stasiun Tanah Abang. Hehehe…..

Aku turun di jalur 3. Kemudian aku naik ke atas untuk berpindah menuju jalur 5 dan 6. Jalur ini biasanya untuk kereta jurusan Serpong-Parung Panjang-Maja. Berhubung stasiun akhirku adalah Jurang Mangu, maka aku bisa naik semua kereta yang menuju ke 3 jurusan tersebut. Pada saat kereta menuju Serpong datang waktu menunjukkan pukul 18.45 WIB. Tepat pukul 18.56 WIB kereta melaju menuju Jurang Mangu. Rute stasiun yang aku lewati stasiun Palmerah, Kebayoran, Pondok Ranji, dan sampailah di stasiun Jurang Mangu, pukul 19.15. Hanya di kereta inilah aku bisa mencatat waktu dengan detail karena kereta terasa lega. Makanya aku bisa infokan waktunya. Total lama perjalanan dari Gambir ke Stasiun Jurang Mangu adalah 2jam. Lumayanlah untuk biaya sekitar 7ribu rupiah. Hehehe bandingkan kalau naik bis, apalagi naik taksi J

Berikut rangkuman perjalananku:

  • Bis Transjakarta Halte Gambir menuju halte Juanda
  • Commuter Line Jurusan Juanda – Manggarai
  • Commuter Line Jurusan Manggarai – Tanah Abang
  • Commuter Line Jurusan Tanah Abang – Jurang Mangu

Informasi detail mengenai rute commuter Line ada disini http://www.krl.co.id/peta-rute-loopline.html

Informasi detail mengena rute Bis Transjakarta ada disini http://www.transjakarta.co.id/peta_full.php

Selamat mencoba ya ! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s