Mengintip sudut kota Llangollen

The land of my fathers is dear unto me,
Old land where the minstrels
Are honoured and free; its warring
Defenders, so gallant and brave, For
Freedom their life’s blood they gave

Wales! Wales! True am I to Wales,
While seas secure this land so pure,
O may our old language endure

DSC_0332
Llangolen River Dee

Marilah kita pergi ke nun jauh di utara dari Negara Wales. Mungkin negara ini kalah tenar dibanding sekutu lainnya dalam group British Isle, Inggris, Skotlandia, dan Irlandia. Tapi begitu mendengar nama Ryan Giggs (salah satu pemain bola terkenal yang bergabung di klub Manchester United sampai masa pensiun dan menjadi assisten pelatih) dan Catherine Zeta-Jones (artis Holywood yang terkenal dengan film, The Mask of Zorro, America’s Sweetheart dan The Terminal), aku yakin pembaca akan mangut-mangut seraya mengatakan O…. Dua tokoh ini merupakan warga asli yang berasal dari negara Wales. Lumayan untuk menyegarkan pikiran, bukan? 🙂

Llangolen merupakan kota yang terletak di sebelah utara Negara Wales (atau lebih dikenal dengan sebutan North Wales). Kota ini sebenarnya tidak termasuk dalam itinerary tour kami, melainkan pilihan opsional. Saat itu, kami tidak berniat membeli paket opsional ini karena kota itu terdengar asing dan tidak membuat kami berminat. Namun, apalah daya tatkala hampir semua peserta dalam bis setuju memilih menambahkan destinasi ke kota itu. Rachel, sang tour leader kami kebetulan berasal dari Wales (tepatnya di kota Swansea). Dia memberikan garansi setelah melihat Llangollen, rombongan kami akan diajak naik ke puncak bukit di utara Wales. Dengan berbekal  kepasrahan disertai harapan jadilah kami ikut serta mengintip kota Llangollen.

DSC_0346

Llangollen adalah sebuah kota kecil yang terasa tua dan dingin. Aku kesini pada akhir bulan Mare, dimana musim dingin masih menyisakan kebekuannya untuk kami. Ada yang menarik dari Wales. Mereka masih menjunjung tinggi bahasa asli Wales. Pada saat anak-anak di rumah, mereka menggunakan bahasa Wales untuk berkomunikasi. Sedangkan saat sekolah mereka menggunakan bahasa Inggris. Kebiasaan penggunaan bahasa ini berlangsung sampai sekarang. Di kota-kota Wales sangat mudah membedakan penduduk asli dengan pendatang. Penduduk asli jika bertemu di jalan dan bertegur sapa, mereka otomatis menggunakan bahasa Wales. Sebaliknya kalau mereka menggunakan bahasa Inggris kemungkinan besar salah satu dari kedua orang itu bukan penduduk asli Wales. Jangan heran kalau di setiap sudut kota Negara Wales, banyak informasi yang menggunakan dua bahasa. Biasanya kalimat atas adalah bahasa Wales, kalimat di bawahnya bahasa Inggris. Aku sempat membeli kartu pos Llangolen yang berisi lirik lagu kebangsaan Wales berjudul Land of My Fathers atau Hen Wlad Fy Nhadau dalam bahasa Wales. Kalau diucapkan terdengar seperti bahasa Middle-earth dalam film The Lord of the Rings, bukan? Hehehe….

Wales Vocabulary1

IMG_9055

DSC_0338
The Victorian railway station Llangollen

Siang itu, hujan mengguyur dengan lebatnya. Saat itu kami merasa bahwa kunjungan kali ini bukan waktu yang tepat. Pilihan saat itu adalah nekad berhujan-hujanan atau berteduh. Kami putuskan berteduh di sebuah toko wol, sambil menunggu hujan reda. Puji Tuhan untuk segala kebaikan hati pada kami. Tidak lama kemudian, hujan deras telah berhenti, bergegas kami berjalan menyusuri jalan menuju stasiun untuk melihat kereta uap tersebut. Stasiun ini terkenal dengan nama The Victorian Railway Station. Kami beruntung, pada saat kami sampai di ujung jembatan, kereta baru saja berangkat. Dengan tidak menyia-nyiakan kesempatan, suami memotret kepergian kereta itu. Perhatikan asap putih yang keluar dari kepala kereta. Historical! Mengingatku akan masa yang telah lalu. Kereta uap, pelan namun terasa meyakinkan, seolah saksi produk tradisional. Di kota ini, kereta uap masih memakai batu bara sebagai bahan bakarnya. Tut…tut…tut… terasa indah didengar di telinga, melemparkanku ke masa jauh sebelum ada internet. Sangat berbeda dengan masa sekarang dimana media massa sedang ramai memberitakan kereta cepat. Semuanya serba harus cepat cepat cepat dan terburu-buru. Aku merindukan rasa lambat, santai dan tenang untuk menyegarkan pikiran dan me-recharge kembali memory.

DSC_0352

Sudut-sudut kota Llangolen terasa sepi dan tenang. Tidak banyak orang lalu lalang. Turis yang datang ke kota ini juga tidak terlalu banyak. Kemungkinan karena musim masih menyisakan hawa dingin dan belum sepenuhnya berganti musim panas. Setelah puas memotret stasiun, kami berjalan menuju ke ujung jalan dimana aku menemukan bunga Daffodil yang sedang mekar dalam sebuah pot. Serta bangunan The Royal dengan keunikan warna bangunannya. Hanya nampak warna hitam dan putih mendominasi. Bayangkan, udara dingin sekitar 5ºC dihiasi awan mendung kelabu menjadi latar dari bangunan hitam dan putih. Semakin menambah rasa dingin pada gambar tersebut,

Setelah waktu yang diberikan kepada kami habis, kami berjalan kembali lagi untuk berkumpul di bis. Oh iya di tengah jalan, kami masuk dalam sebuah toko buku charity (dimana hasil penjualan buku untuk kegiatan sosial). Toko buku ini menjual buku bekas namun masih bagus dan layak dibaca. Aku mengubek-ubek rak buku anak-anak dan menemukan buku In the Night Garden. In the Night Garden adalah salah satu cerita di stasiun Cbeebies (BBC Kids) yang menjadi favorit anakku saat masih bayi. Aku beruntung sekali karena harga buku tersebut hanya 1 £. Mungkin karena buku ini bekas dan untuk charity sehingga dijual murah.

DSC_0326

Meski hanya sebentar namun Llangollen menyisakan pesan untukku bahwa semaju-majunya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, jangan pernah melupakan budaya dari mana kita berasal karena budaya itulah identitas kita sebagai suatu bangsa. Sebuah pekerjaan rumah sendiri untuk selalu menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Dan itu aku mulai dari diriku sendiri  dan keluarga. Semoga berasal dari sebuah keluarga, penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar bisa menular ke lingkungan sekitar. Amin.

Note:

Berhubung lokasi yang jauh di ujung utara Negara Wales, dan kami tidak tahu kapan lagi bisa kembali, ijinkan kami untuk menampilkan foto kami berdua yang diambil oleh tour leader kami dengan latar belakang Welsh Hills. Cheeerssss… XO XO 🙂

Sebagai informasi tambahan, latar belakang foto ini tampak kontras dengan suasana kota Llangollen. Kami beruntung saat naik ke atas bukitnya, awan biru menggantung di atas kami.

Highland Wales
Welsh Hills Llangollen
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s