Pertemanan Singkat Yang Melekat

img_0588
Aku merasa menjadi seorang Ibu Rumah Tangga yang baik, tuntutannya tidak banyak. berikan waktu padanya untuk bertemu teman lama dan berbagi cerita. Saat bertemu, bersikap rendah hatilah dan kemudian ada banyak kebaikan yang muncul dalam setiap pertemuan. Aku bisa bilang begini karena sudah 3,5 tahun aku menjalaninya sampai sekarang. Dan setiap kali bertemu teman lama, energiku selalu dicharge dengan cerita kenangan masa lalu baik pahit getir dan suka cita. Ada banyak karma baik dalam setiap perbuatan baik. Aku selalu mengatakan ini berulang kali karena aku mengalaminya.
10 tahun tidak bertemu dan saat kami bertemu tidak ada yang berubah. Kami tetap berisik dan saling ngoceh ngalor ngidul berbagi cerita.
Kejujuran hati dan keterbukaan menjadikan segalanya menjadi ringan dan happy. Lepas bebas kami bercerita hingga empat jam pun tidak terasa karena kami melaluinya dengan penuh kerinduan.

img_0585Pembaca pasti ingin tahu bagaimana awal pertemuan kami ini.
Singkat namun melekat. Kenapa aku bilang singkat? Karena untuk ukuran teman dekat, kami hanya bersama sekitar 1,5 tahun. Sekitar bulan September 2004, aku mulai kuliah di S1 Ektensi Komunikasi Universitas Diponegoro. Lulus di bulan April 2006. Disitulah kami berpisah karena aku bekerja di Jakarta.
Pertemuanku dengan Sinta secara tidak sengaja saat mata kuliah pertama dimulai. Kami berkenalan dan langsung dekat seperti saudara. Saat itu, aku menatapnya sambil berdecak kagum, perempuan satu ini kecil mungil ramah dan cantik sekali. hehehe… Ibuku pun mengakuinya, beliau selalu bertanya dengan sebutan apa kabar si cantik Semarang? hehehe…. Maklum Sinta pernah main ke Yogyakarta dan menginap di rumahku jadi Ibuku hapal dengannya meskipun sudah 10 tahun tidak bertemu.
Dengan Rani, justru lebih singkat lagi kami. Rani sering main ke kostku dan kami bertukar pikiran dan saling berbagi cerita. Rani ini salah satu sobat yang cerdas dengan pemikiran-pemikirannya. 10 tahun lebih memisahkan dan dalam pertemuan ini kami langsung bisa menyatu dan berisik di salah satu sudut warung kopi yang ternyata langganannya Sinta. hahahahahaha…..

Terima kasih sobat.
Aku selalu mendapatkan hikmat dan pencerahan yang indah dalam setiap pertemuan.
Cukup dengan sadar diri bahwa aku tidak sendirian sangat menghiburku.
Cukup dengan mengetahui bahwa ada sobat-sobat yang merindukanmu untuk bertemu, memberikan warna dan senyuman yang hangat saat bertemu.
Cukup dengan menjalani kehidupan penuh syukur meringankan beban.

Sampai bertemu lagi sobats….
Matur nuwun.
And the view, the whole Milky Way
In your eyes, I drifted away
And in your arms I just want to sway
Amazing day amazing day
Amazing day amazing day

(Coldplay – Amazing Day)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s