Berkelana di Negeri Lego

DSC_0379Apakah pembaca kangen membaca tulisanku? Sudah lebih dari tiga bulan aku tidak menulis karena sedang malas berpikir. Setiap orang punya mood sendiri saat menulis, demikian juga aku. Masih ingat arti menulis untukku kan? Yup.. betul. Menulis bagiku adalah mengingat apa yang pernah kulakukan. Sedangkan untuk mengingat butuh berpikir.

Tulisanku kali ini mengenai perjalanan kami ke Legoland. Inilah tempat perjanjianku dan suami dengan anak kami. Setahun yang lalu saat dia masuk bangku kelas 1, kami sudah berjanji setelah kenaikan kelas, kami akan mengajak dia ke Legoland dengan persyaratan tertentu. Pada tanggal saat mendekati liburan dan melakukan pengecekan harga pesawat dan hotel melalui Traveloka, harganya sudah mahal. Akhirnya kami putuskan untuk nekad ke Legoland saat libur Ujian Nasional anak kelas 6. Tepatnya awal bulan Mei. Artinya kami ke sana sebelum ujian kenaikan kelas anak kelas 1 dan jauh sebelum terima rapor. Melalui Traveloka, kami pun mendapatkan harga pesawat dan hotel yang terbaik. Seperti sudah menjadi kebiasaan, begitu berniat traveling, tangan langsung sigap membuka Traveloka untuk mencari tiket pesawat. Pembaca, aku memang bergantung pada Traveloka untuk pembelian tiket pesawat terbang. Kapan pun aku membutuhkan selalu tersedia dengan harga yang bersaing dan ini yang membuatku tidak bisa pindah adalah harganya adalah apa yang tertera ya itulah yang aku bayar.

Jalan Darat Menuju Johor Bahru

Kita lanjutkan ceritaku ya. Kami membeli tiket pesawat Jakarta-Singapura dengan alasan harga lebih murah dengan pilihan jam penerbangan yang banyak. Setelah mendarat dan melakukan antrian Imigasi Singapura, kami melanjutkan perjalanan ke stasiun MRT. Lokasinya ada di Terminal 3. Jadi kalau mendarat di Bandara Changi Terminal 1 dan 2, pastikan naik Skytrain ke Terminal 3 dulu. Kemudian cari papan petujuk menuju Stasiun MRT. Lokasinya ada di lantai B2. Semua rute ke city centre (pusat kota) pasti akan transit di Tanah Merah. Jadi tidak perlu bingung pilih jalur kanan atau kiri karena keduanya mengantar kita ke Tanah Merah. Pilih saja yang lebih cepat datang. Setelah tiba di Tanah Merah, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan MRT jalur hijau dengan tujuan akhir Joo Koon dimana tujuan kami adalah Stasiun Bugis. Sesampainya di Stasiun Bugis, kami keluar menuju ke Queen Street, Terminal Bus untuk melanjutkan perjalanan ke Johor Bahru. Jangan ragu untuk bertanya sesudah sampai di Terminal Bis supaya kita mengantri di jalur yang tepat. Kami naik bis Singapore Johor Bahru Express (SJE) dengan lama perjalanan sekitar 45 menit menuju Woodlands.

Sesampainya di Woodlands, kami semua keluar kemudian naik eskalator untuk antri imigrasi. Jangan kaget begitu bis berhenti, semua penumpang bis cepat-cepat turun bahkan setengah berlari menuju imigrasi. Pemandangan seperti ini tidak cocok untuk liburan karena malah menambah pikiran alias kemrungsung dalam Bahasa Jawa. Selesai proses imigrasi, kami turun kembali dan masuk jalur antrian bis SJE yang akan mengantar kami ke Johor Bahru. Ada juga jalur bis nomor 160. Kami bisa melanjutkan perjalanan dengan bis ini, namun kami harus membayar lagi. Setelah menunggu 15 menit, bis SJE datang dan kami melanjutkan perjalanan menyeberangi laut yang membatasi Singapura dan Malaysia yang hanya berjarak kurang dari 5 menit. Selesai mengantri di Imigrasi, kami bermalam di sebuah hotel di Johor Bahru.

Keesokan harinya, kami melanjutkan perjalanan ke Legoland. Kami memilih hotel di lokasi JB Sentral untuk memudahkan kami ke Terminal Bis Lokal. Kami menaiki bis Causeway Link nomor LM1 di jalur 2. Jangan lupa untuk mencatat jadwal kedatangan bis ini supaya tidak terlalu lama menunggu di terminal. Dengan biaya sekitar RM 4,3 per orang (kurang lebih Rp 14.000) kami bertiga menuju tanah impian anak kami. Sekitar 1 jam kemudian sampailah kami di Legoland.

Catatan untuk pembaca:

  1. Jalan darat memakan waktu hampir sama dengan menempuh jalan lewat udara (transit 1 kali).
  2. Meskipun harus transit, selama menunggu di dalam bandara, menurutku lebih nyaman dan tenang. Tidak perlu melewati 3 imigrasi 🙂
  3. Ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Johor Bahru, yaitu menggunakan maskapai Air Asia dengan jam penerbangan malam.

Legoland Theme Park

Pesan penting sebelum masuk Lego Theme Park.

  1. Udara sangat panas dan sinar matahari bersinar cukup terik
  2. Bawalah topi dan kenakanlah pakaian yang tipis dan nyaman.
  3. Jangan memakai sepatu tanpa hak (khusus untuk perempuan) supaya nyaman berkeliling taman.
  4. Jangan lupa membawa persediaan air minum.

DSC_0308Legoland Theme Park ini terbagi dalam tujuh bagian, yaitu The Beginning, Miniland, Lego Technic, Land Of Adventure, Lego Kingdom, Lego Imagination, Lego City. Aktinos yang sebelumnya sudah survey terlebih dahulu, langsung bergegas menuju ke area Junior Driving School. Disana anak-anak bisa menyetir mobil-mobilan di suatu area yang didesain mirip jalan raya lengkap dengan rambu-rambu dan traffic light-nya. Kami sungguh beruntung. Karena musim liburan belum tiba, antrian tidak banyak sehingga Aktinos dapat mengulang permainan sampai empat kali.

DSC_0395

Pindah ke bagian Lego Technic, disinilah area favorit Aktinos dan Bapak. Ada bagian dimana mereka berdua mengikuti semacam kursus singkat robotic yang berdurasi sekitar 40 menit. Kursus ini diadakan dalam ruangan yang didesain seperti laboratorium. Bapak dan Aktinos diminta bekerja sama menggerakkan robot yang dirancang pergerakannya melalui komputer, untuk membidik, menangkap, mengangkat dan memotong. Aktinos menikmati perkenalannya dengan teman-teman dari India, Malaysia, dan Tiongkok. Berhubung terdapat jadwal pada kursus ini, saranku kalau pembaca mau bergabung, pastikan langsung ke area Lego Technic terlebih dahulu dan mendaftarkan anaknya sebelum berputar keliling Thema Park. Supaya mendapat bangku di dalam laboratorium. Satu kali sesi untuk 8 pasang. Jadi total ada 16 orang dalam laboratorium tersebut. Kursus ini dimulai dengan pengarahan Dr. Heartbeat mengenai bagaimana cara menjalankan robot dengan menggunakan program komputer. Setelah itu, Dr. Heartbeat akan memberikan tugas kepada setiap pasangan untuk menggerakkan robot. Seru…!! Aku melihat robot-robot itu bergerak sesuai dengan hitungan komputer dari masing-masing pasangan. Kalau hitungannya tidak tepat, maka robot akan salah menembakkan sasaran. Demikian juga saat menangkap bola. Dijamin untuk orang yang tidak terlalu mengerti lego seperti aku, kursus ini mengasyikkan. Selesai dari kursus, masing-masing anak mendapatkan piagam dari Dr. Heartbeat sebagai kenang-kenangan.

Area lain yang tidak kalah menarik adalah area NINJAGo. Pada bulan Mei 2017, NINJAGo sedang popular sehingga selain memiliki pertunjukan teater yang berada di dekat pintu masuk, terdapat pula wahana yang merangkap sebagai museum. Saat memasuki wahana ini, kita menyusuri sebuah lorong yang memajang karakter NINJAGo mulai dari Master Wu, Zane, Jay, Kay, dan Nya. Aktinos sangat antusias. Dia menceritakan berbagai karakter itu sambil menggerakkan badannya menyerupai ninja. Di ujung museum, kami menaiki kereta yang akan membawa kami menuju masing-masing panggung. Setiap panggung menampilkan suasana di Jepang pada saat ninja berhadapan dengan musuh. Ceritanya, kita adalah ninja yang berperang melawan musuh. Senjata kita adalah kedua tangan yang memiliki energi menembakkan peluru ke arah musuh. Bayangkan pembaca, aku menggerakan tanganku kesana kemari dengan sekuat tenaga seolah tanganku adalah raket badminton. Hal ini dipicu saking takutnya terkena tembakan. Apalagi jumlah tembakan kita tercatat dalam layar di kereta kita. Gengsi dong kalau sampai kalah dengan anak dan suami.Selesai menikmati wahana ini, aku kepayahan sendiri karena kelelahan pada kedua tanganku. Suamiku bengong kok aku terlihat kelelahan. Dia memberitahu bahwa energi tidak perlu dengan tenaga berlebihan, cukup dengan menggerakkan tangan seperti melambai pada teman, tembakan sudah keluar. Capek deh…. Dan skor terakhir sudah bisa diduga, nilaiku tetap terendah.

Ada satu lagi area yang menarik, yaitu Area Lego Imagination. Sebuah ruangan berAC yang di dalamnya terdapat setumpuk keping lego untuk dibangun menjadi suatu bangunan. Selanjutya, bangunan itu kita tes kekuatannya dengan menekan semacam tombol gempa yang memberikan getaran pada bangunan yang kita susun tadi. lego3Kalau bangunan kita tidak roboh, ada kepuasan sendiri bisa mengalahkan getaran gempa. Di sampingnya, terdapat sebuah track mobil yang menyerupai track hotwheel yang biasa kita lihat di mall-mall. Nah kita bisa merangkai mobil lego sendiri untuk dites kecepatannya di track mobil tersebut. Tersedia meja, kursi, dan peralatan orderdil untuk merangkai mobil lego. Tapi ingat ya, semua lego tidak boleh dibawa pulang hehehe… Jadi untuk kenangan, jangan lupa foto hasil karya anak kita. Cekrek!

Pada area permainan lainnya, beberapa wahana menyerupai wahana di Dunia Fantasi Ancol. Misalnya, halilintar (roller coaster), hysteria, poci-poci, niagara-gara. Hanya saja semua wahana dikemas dalam karakter lego. Ada suatu cerita saat di area Lego Kingdom. Kita memasuki sebuah kastil  buatan, dan aku bersemangat menaiki tangganya. Sesampainya di lorong, aku melihat-lihat pajangan sambil melamun membayangkan tinggal di kastil. Suami dan anak mendahului langkahku. Tiba-tiba anakku balik arah sambil teriak, “Tidaaak…. Yuk Ma, kita turun saja tidak perlu diteruskan lagi.” Suami tertawa terbahak-bahak dan aku masih bengong tidak mengerti karena memang aku belum sampai ke ujung tangga kastil ini. Aku cepat berjalan ke arah dimana anakku berlari minta turun. Akhirnya sampai di ujung tangga aku mengerti. Ternyata ujungnya adalah pintu masuk ke permainan The Dragon Roller Coaster. Hahaha…. Jadilah aku mengikuti anakku berbalik arah karena kami berdua sudah kapok bermain di mini roaller coaster Project X di area Lego Technic. Pembaca bisa membayangkan, menaiki anaknya saja kami berdua mabuk dan menjerit ketakutan. Nah ini disuruh menaiki wahana emaknya yang lebih meliuk-liuk dan jungkir balik. Tidak… Terima kasih!!

DSC_0474
Wahana NinjaGo
DSC_0479
Lego Kingdom dari Observation Tower
DSC_0490
Mini Kereta Api dengan latar Bioskop 4D
DSC_0390
Miniland dengan latar Hotel Legoland

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s