Aku dan Rutinitasku

Suatu hari seorang teman bertanya padaku. Apa yang kamu lakukan setiap hari setelah keluar dari kerja kantoran? Aku merasa pertanyaan temanku ini wajar karena dia mengenalku dengan baik. Begini kira-kira pekerjaanku sehari-hari. Setiap pagi, aku mempersiapkan sarapan untuk anak dan suami. Setelah itu, mengantar anak ke sekolah. Pulang dari mengantar, biasanya aku mampir ke pasar untuk membeli bahan-bahan yang akan kumasak dua sampai tiga hari ke depan. Jadwal ke pasar biasanya seminggu dua kali. Setelah pulang tergantung kondisi rumah, jika memungkinkan mencuci baju dan memasak ya dilakukan. Jika memungkinkan mengepel rumah dan bersih-bersih rumah ya dilakukan. Jika badan meriang merasa kelelahan ya isitirahat. Intinya aku sesuaikan dengan kondisi badan pada saat itu. Ada satu hal yang aku selipkan dalam kegiatan di pagi hari itu, yaitu menulis untuk blogku. Aku senang menulis di pagi hari karena suasana masih sepi, udara masih bersih dan ditemani angin semilir. Jadi menambah semangat dan bisa membantu mengingat memori di masa lalu. Tulisan yang aku buat terkadang kejadian di masa lalu yang berusaha aku ingat dan ingin kubagikan kepada teman-teman pembaca.

Menjelang siang hari, biasanya aku menjemput anakku dari sekolah. Menjadi ojek antar jemput adalah kegiatan rutin yang kulakukan. Setelah anakku sampai di rumah, semua kegiatanku yang bersifat pribadi biasanya aku tinggalkan, termasuk menulis ini. Karena ini saatnya bermain dengan anak. Selesai makan siang, biasanya kami berdua main kartu. Mulai dari minuman, empat satu (41), pasang-pasangan, sampai jokeran. Namanya anak 5 tahun, setiap kali dia kalah dia mau mewek (nangis) dan marah. Pe erku untuk memberikan pengertian bahwa dalam setiap pertandingan ada menang dan kalah. Terus terang sampai tulisan ini aku buat, dia masih begitu jika kalah. Aku sih tetap main seperti biasa, tidak mau pura-pura kalah karena aku sedang mendidik anakku untuk kuat dan tegar. Ada satu permainan yang sampai sekarang kami memainkan, aku selalu kalah beneran kalah. Aku hanya menang 1X dari puluhan kali memainkan kartu ini, yaitu pasang-pasangan. Bingung ya, permainan kartu apa itu?

Kartu

Begini, setelah semua kartu dikocok, kartu ditata secara tertutup di lantai. Aku pilih lantai supaya bisa ditata dengan rapi. Kalau mau menggunakan meja ya silahkan hanya pastikan mejanya besar dan memuat seluruh kartu. Setelah itu masing-masing pemain membuka dua kartu secara bebas. Tujuan dua kartu adalah jika dua kartu yang terbuka sama angka dan sama warna, maka pemain berhak mengambil kartu tersebut. Misalnya, Queen Daun Waru (Spades) dengan Queen Keriting (Clubs). Atau tujuh hati (hearts) dengan tujuh wajik (Diamons). Gampangnya begini, dua kartu dengan warna merah dan angka atau kode sama atau warna hitam dengan angka dan kode sama. Setelah pemain membuka dua kartu dan menemukan ketidaksamaan kode dan warna, maka dia harus menutup kembali di tempat semula. Kemudian giliran pemain lainnya. Permainan berlangsung sampai kartu yang ditata itu habis. Pemenang ditentukan oleh banyaknya kartu pasangan yang berhasil dikumpulkan pemain. Menarik bukan? J

Setiap kali bermain kartu, kami berdua bisa memainkannya sampai 10 kali dengan beragam jenis tadi. Kalau tidak main kartu, kadang kami bermain bola bowling dari plastik yang bisa dibeli di toko mainan. Atau menonton televisi bersama. Favorit dia mulai dari Ipin Upin, Oggy, Mickey Mouse dan Pada Zaman Dahulu. Aku memang fokus pada anakku setelah dia pulang sekolah supaya dia memiliki memori yang indah dalam keluarga. Ini penting untuk pertumbuhan di masa depan. Terkadang kami juga bertengkar karena dia memaksa melakukan hal di luar kesepakatan kami, yaitu main kartu dibatasi 10X. Dia masih mau sampai 15X. Atau menonton televisi melebihi batas kesepakatan. Padahal sudah waktunya jam tidur siang. Saat dia tidur siang inilah, aku melanjutkan kegiatan rumahan, itupun dengan catatan aku bisa bangun hahahaha karena terkadang, anakku bobok siang aku ikutan tepar.

Lancar terus, tidak juga. Terkadang stres melanda juga. Biasanya aku menonton film di bioskop setiap weekend. Film juga dapat membantu melepas penat lo. Apalagi jika film drama karena film ini biasanya menceritakan kehidupan orang lain. Dan sebagai orang yang kepo (ingin tahu urusan orang), mendapat informasi tentang kehidupan orang lain ini menarik hehehe.

Aku masih banyak belajar dari kehidupan sehari-hari. Supaya tidak terlalu kaget dari rutinitas kerja kantoran ke rumahan, aku membuat jadwal apa saja yang aku lakukan hari ini atau minggu ini. Aku juga terapkan target untuk diriku berapa tulisan yang mesti selesai, juga buku apa yang mesti dibaca bulan ini. Harap maklum ya, hampir 9 tahun bekerja kantoran tentu tidak gampang langsung menyesuaikan diri dengan kondisi rumahan. Namun, jangan khawatir, selama kita bisa menyesuaikan diri dan enjoy dengan tugas baru ini, Tuhan selalu memberikan berkat melimpah dan hikmat dalam setiap kejadian/peristiwa hidup. Semua peristiwa ada karena terdapat alasan yang mesti dipahami. Tuhan selalu beserta kita. Amin.

Advertisements

3 thoughts on “Aku dan Rutinitasku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s